Keteladanan Umar bin Khattab RA
اَلسَّلاَمُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Dewan yuri yang hormati,
Dan teman-teman peserta lomba yang selalu di hati.
Berbelanja ke warung Bu Maya
Jangan lupa beli
tempe dan tahu
Dengarkan, ya cerita dari saya
Judulnya, Keteladanan Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu
Umar bin Khattab RA merupakan salah
seorang sahabat Rasululloh SAW. Sebelum
masuk Islam, Umar merupakan sosok yang tegas, kasar, dan pandai bergulat. Bagaimana sih,
kisah Umar bin Khattab? Sekarang saya akan bercerita. Dengarkan cerita saya, ya!
Sebelum Umar masuk Islam, Rasululloh
SAW pernah berdoa,
“Ya
Alloh, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau
cintai; Umar bin Khattab atau Amr bin Hisyam”.
Doa itu akhirnya dikabulkan oleh Allah Swt.. Allah Swt. memilih Umar bin Khattab sebagai salah satu pilar
kekuatan Islam,
sedangkan Amr bin Hisham meninggal sebagai Abu Jahal.
Semula
Umar bin Khattab dikenal sebagai seorang yang sangat memusuhi kaum Muslimin,
bertaklid kepada ajaran nenek moyangnya dan melakukan
perbuatan-perbuatan jelek yang umumnya dilakukan kaum Jahiliyah.
Pada
suatu hari,
dengan pedang terhunus, Umar bermaksud
membunuh Rasulullah SAW. Namun di tengah perjalanan, Umar bertemu dengan Naim bin Abdillah.
Naim bertanya "Mau kemana, wahai Umar?".
"Aku hendak membunuh Muhammad."
"Kau lihat dulu ke rumah adikmu, Fatimah. Adikmu
itu sesungguhnya juga seorang muslim.”
Mendengar perkataan Naim, Umar makin marah. Umar yang tadinya hendak ke rumah Rasululloh SAW, akhirnya menuju rumah adiknya yang bernama Fatimah.
Sayup-sayup
terdengar Khabbab
bin Art sedang mengajarkan al-Quran
kepada Fatimah, dan Said, suami Fatimah. Mengetahui kedatangan Umar, Khabbab segera bersembunyi di balik rumah. Fatimah segera menutup lembaran Al-Quran.
“Suara apakah yang tadi saya dengar dari
kalian?” tanya
Umar .
“Tidak ada suara apa-apa kecuali obrolan kami berdua”, jawab Fatimah dan
suaminya.
“Pasti kalian telah murtad”.
“Wahai Umar, bagaimana pendapatmu jika kebenaran bukan berada pada agamamu ?”,
jawab
ipar Umar.
Mendengar jawaban tersebut, Umar langsung menendangnya
dengan keras hingga Said jatuh dan berdarah. Fatimah segera membangunkan suaminya. Namun, Fatimah pun ditampar dengan keras
hingga wajahnya berdarah, maka berkatalah Fatimah kepada Umar dengan penuh
amarah.
“Wahai Umar,
jika kebenaran bukan terdapat pada agamamu, maka aku bersaksi bahwa tidak ada
Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad
adalah Rasulullah”
Melihat keadaan saudara perempuannya dalam
keadaan berdarah, timbul penyesalan dan rasa malu di hati Umar. Lalu dia
meminta lembaran Al-Quran tersebut. Namun Fatimah menolaknya seraya berkata:
“Kamu najis, Al-Quran tidak boleh
disentuh kecuali oleh orang-orang yang telah bersuci. Mandilah terlebih dahulu. “
Setelah mandi, Umar segera membaca Surat Thaha hingga ayat 14.
“Betapa indah dan mulianya ucapan ini.
Tunjukkan padaku di mana Muhammad”.
Umar bergegas mencari Rasululloh SAW di Darul Arqom. Setibanya di sana, Hamzah
menemui Umar dan membawanya menemui Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah SAW pun berkata kepada Umar, “Ya Allah, ini
adalah Umar bin Khattab. Ya Allah, muliakan Islam dengan Umar bin Khattab.”
Seketika itu pula, Umar bersyahadat, "Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullaah."
Kesaksian Umar tersebut, disambut gema takbir oleh
orang-orang yang berada di dalam rumah saat itu, Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu
Akbar, hingga suaranya terdengar ke Masjidil-Haram.
Keislaman Umar telah memberikan
andil besar bagi perkembangan dan kejayaan Islam. Beliau adalah pemimpin yang
menegakkan ketauhidan dan keimanan, merobohkan kesyirikan dan kekufuran,
menghidupkan sunnah dan mematikan bid’ah. Beliau adalah orang yang paling baik
dan paling berilmu tentang al Qur’an dan as Sunnah setelah Abu Bakar.
Teman-teman ....
Dari kisah tadi, dapat diambil satu pelajaran, bahwa kita
harus dapat membedakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah.
Beli ketupat di pasar
Pedan. Naik kereta, jalannya pelan.
Demikian yang dapat saya
sampaikan. Jika ada salah kata, mohon dimaafkan.
Akhirul kalam
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Subhanallah luar biasa ceritanya,terharu sekali saya walaupun sudah sering baca tapi tetap asyik kalau denger cerita tokoh yang satu ini.
BalasHapus