Jumat, 13 Oktober 2023

Keteladanan Umar bin Khattab RA

 

 Keteladanan Umar bin Khattab RA 

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Dewan yuri yang hormati,

Dan teman-teman peserta lomba yang selalu di hati.

 

Berbelanja ke warung Bu Maya

Jangan  lupa beli tempe dan tahu

Dengarkan, ya cerita dari saya

Judulnya, Keteladanan Umar bin Khattab Radhiyallahu anhu

 

Umar bin Khattab RA merupakan salah seorang sahabat Rasululloh SAW.  Sebelum masuk Islam, Umar   merupakan sosok  yang  tegas,  kasar, dan pandai bergulat. Bagaimana sih, kisah Umar bin Khattab? Sekarang saya akan bercerita. Dengarkan cerita saya, ya!

Sebelum Umar masuk Islam, Rasululloh SAW pernah berdoa,

Ya Alloh, muliakanlah Islam dengan salah seorang dari dua orang yang lebih Engkau cintai; Umar bin Khattab atau Amr bin Hisyam”.

Doa itu akhirnya dikabulkan oleh Allah Swt.. Allah Swt. memilih Umar bin Khattab sebagai salah satu pilar kekuatan Islam, sedangkan Amr bin Hisham meninggal sebagai Abu Jahal.

Semula Umar bin Khattab dikenal sebagai seorang yang sangat memusuhi kaum Muslimin, bertaklid kepada ajaran nenek moyangnya dan melakukan perbuatan-perbuatan jelek yang umumnya dilakukan kaum Jahiliyah.

Pada suatu hari, dengan pedang terhunus, Umar bermaksud membunuh Rasulullah SAW. Namun di tengah  perjalanan, Umar bertemu dengan Naim bin Abdillah.

Naim bertanya "Mau kemana, wahai Umar?".

"Aku hendak membunuh Muhammad."

"Kau lihat dulu ke rumah adikmu, Fatimah.  Adikmu itu sesungguhnya juga seorang muslim.”

Mendengar perkataan Naim, Umar makin marah. Umar yang tadinya hendak ke rumah Rasululloh SAW, akhirnya  menuju rumah adiknya yang bernama Fatimah.

Sayup-sayup terdengar Khabbab bin Art  sedang mengajarkan al-Quran kepada Fatimah, dan Said, suami Fatimah. Mengetahui kedatangan Umar, Khabbab segera bersembunyi di balik rumah. Fatimah segera menutup lembaran Al-Quran.

 “Suara apakah yang tadi saya dengar dari kalian?” tanya Umar .
“Tidak ada suara apa-apa kecuali obrolan kami berdua”, jawab
Fatimah dan suaminya.
“Pasti kalian telah murtad”
.
“Wahai Umar, bagaimana pendapatmu jika kebenaran bukan berada pada agamamu ?”,

jawab ipar Umar.

Mendengar jawaban tersebut, Umar langsung menendangnya dengan keras hingga Said jatuh dan berdarah. Fatimah segera membangunkan suaminya. Namun, Fatimah pun ditampar dengan keras hingga wajahnya berdarah, maka berkatalah Fatimah kepada Umar dengan penuh amarah.

“Wahai Umar, jika kebenaran bukan terdapat pada agamamu, maka aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah”

Melihat keadaan saudara perempuannya dalam keadaan berdarah, timbul penyesalan dan rasa malu di hati Umar. Lalu dia meminta lembaran Al-Quran tersebut. Namun Fatimah menolaknya seraya berkata:

“Kamu  najis, Al-Quran tidak boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang telah bersuci. Mandilah terlebih dahulu. “

Setelah mandi, Umar segera  membaca Surat Thaha hingga  ayat 14.

“Betapa indah dan mulianya ucapan ini. Tunjukkan padaku di mana Muhammad”.

Umar bergegas mencari Rasululloh SAW di Darul Arqom. Setibanya di sana, Hamzah menemui Umar dan membawanya menemui Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah SAW  pun berkata kepada Umar, “Ya Allah, ini adalah Umar bin Khattab. Ya Allah, muliakan Islam dengan Umar bin Khattab.”

Seketika itu pula, Umar  bersyahadat, "Asyhadu an-laa ilaaha illallaah Wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullaah."

Kesaksian Umar tersebut, disambut gema takbir oleh orang-orang yang berada di dalam rumah saat itu, Allohu Akbar, Allohu Akbar, Allohu Akbar, hingga suaranya terdengar ke Masjidil-Haram.

 Keislaman Umar telah memberikan andil besar bagi perkembangan dan kejayaan Islam. Beliau adalah pemimpin yang menegakkan ketauhidan dan keimanan, merobohkan kesyirikan dan kekufuran, menghidupkan sunnah dan mematikan bid’ah. Beliau adalah orang yang paling baik dan paling berilmu tentang al Qur’an dan as Sunnah setelah Abu Bakar.

Teman-teman ....

Dari kisah tadi,  dapat diambil satu pelajaran, bahwa kita harus dapat membedakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah.

Beli ketupat di pasar Pedan. Naik kereta, jalannya pelan.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Jika ada salah kata, mohon dimaafkan.

Akhirul kalam

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

1 komentar:

  1. Subhanallah luar biasa ceritanya,terharu sekali saya walaupun sudah sering baca tapi tetap asyik kalau denger cerita tokoh yang satu ini.

    BalasHapus

  AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR Beli gulali di pasar malam Rasanya manis dan enak Saya akan mengucap   salam Ay...