PRIBADI YANG BERMANFAAT BAGI UMAT
(Menyanyikan lagu shalawat dengan lirik seperti di
bawah ini)
Si kate itu nama ayam
Badannya kecil tingkahnya lincah
Jangan lupa membalas salam
Moga kita mendapatkan berkah
Moga kita mendapatkan berkah
السَّلاَمُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Hamdan Wa Syukron lillah,
Solaatan wa salaaman ‘ala rosulillah
Ammaa ba’du.
Dewan
juri yang saya
hormati dan teman-teman seperjuangan yang saya sayangi.
Yang pertama dan utama, marilah kita panjatkan puji syukur
ke hadirat
Allah Subhanahu wata’ala, yang telah memberi
bekah dan karunia-Nya, sehingga kita bisa mengikuti lomba, dengan hati bahagia.
Sholawat serta salam semoga dilimpahkan
kepada junjungan kita, Nabiyulloh Muhammad Shallallohu ‘alaihi wasallam. Semoga kita mendapat syafaatnya kelak di hari kiamat. . Allohumma
(Aamiin).
Teman-teman
.... Masih semangat? Mana semangatmu? (Ini semangatku). Saya berdiri di sini,
akan menyampaikan tausiyah dengan tema “Pribadi yang
Bermanfaat bagi Umat”.
Mengapa ya,
kita harus menjadi pribadi yang bermanfaat? Teman-teman ada yang tahu? Ya, karena
ini merupakan salah satu perintah Rasululloh Shallallohu
‘alaihi wasallam kepada ummatnya sebagaimana sabda beliau:
“Khoirunnaasi anfa’uhum linnaasi”
“Sebaik-baik
manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”. (Hadits Riwayat Ath-thabrani).
Seorang
muslim itu, lebih diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Bukan
hanya mencari manfaat dari orang lain. Atau
bahkan memanfaatkan orang lain. Setuju tidak teman-teman? (Setuju) Karena apa?
Karena manfaat yang telah kita berikan kepada orang lain semuanya akan kembali
untuk kebaikan diri kita sendiri. Sebagaimana firman Alloh berikut ini:
إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ
“In ahsantum ahsantum li anfusikum”.
“Jika kalian
berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri”
(Qur’an
Surat al-Isra ayat 7)
Selain itu, Rasululloh
Shallallohu ‘alaihi wasallam juga bersabda
:
“Wa man kaana fii haajati akhiihi kaanallohu fii haajatih(i)”
“Dan
barangsiapa (yang bersedia) membantu keperluan saudaranya, maka Alloh (akan senantiasa) membantu keperluannya”.
(Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)
Banyak cara
bisa dilakukan agar menjadi orang yang bermanfaat bagi umat. Apa saja itu?
Mungkin teman-teman sudah ada yang tahu? Baiklah, saya akan singkat menjadi 5 M.
M1 Memberikan sebagian harta agar bermanfaat bagi orang lain.
M2 Membagikan ilmu yang bermanfaat.
M3 Melakukan kebaikan dengan membantu orang lain.
(Menyanyikan
lagu Bimbo yang berjudul “Jangan Ditunda-tunda”)
Berbuat baik janganlah ditunda-tunda
Berbuat baik janganlah ditunda-tunda
Memblanjai anak yatim menafkahi anak yatim
Menyantuni fakir miskin melindungi fakir
miskin
M4 Meningkatkan kualitas manfaat diri kita dengan meningkatkan ketrampilan dan
kemampuan.
M5 Meraih manfaat untuk diri kita sendiri dengan beramal secara ikhlas dan
tidak riya’.
Mari, menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat, menebar kebaikan demi mendapat
pahala yang berlipat, berbuat baik tanpa harus dilihat, agar selamat di dunia
dan di akhirat. Allohumma (aamiin).
Sebelum saya akhiri saya akan
menukil satu pepatah Jawa yang berbunyi “Urip iku urup”. Hidup itu hendaknya
memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita.
Buah
pepaya buah ceri, buah kiwi buah alpukat
Ijinkan
saya undur diri, terima kasih moga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar