Rabu, 27 September 2023

Teks Pidato Pribadi Yang Bermanfaat bagi Umat

 PRIBADI YANG BERMANFAAT BAGI UMAT

(Menyanyikan lagu shalawat dengan lirik seperti di bawah ini)

Si kate itu nama ayam

Badannya kecil tingkahnya lincah

Jangan lupa membalas salam

Moga kita mendapatkan berkah

Moga kita mendapatkan berkah

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Hamdan Wa Syukron lillah,

Solaatan wa salaaman ‘ala rosulillah

Ammaa ba’du.

Dewan juri yang saya hormati dan teman-teman seperjuangan yang saya sayangi.

Yang pertama dan utama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wata’ala, yang telah memberi bekah dan karunia-Nya, sehingga kita bisa mengikuti  lomba, dengan hati bahagia.

Sholawat serta salam semoga dilimpahkan kepada  junjungan kita, Nabiyulloh Muhammad Shallallohu ‘alaihi wasallam. Semoga  kita mendapat syafaatnya  kelak di hari kiamat. . Allohumma (Aamiin).

Teman-teman .... Masih semangat? Mana semangatmu? (Ini semangatku). Saya berdiri di sini, akan menyampaikan tausiyah dengan tema “Pribadi yang Bermanfaat bagi Umat”.

Mengapa ya, kita harus menjadi pribadi yang bermanfaat? Teman-teman ada yang tahu? Ya, karena ini merupakan salah satu perintah Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam kepada ummatnya sebagaimana sabda beliau:

“Khoirunnaasi anfa’uhum linnaasi”

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”. (Hadits Riwayat Ath-thabrani).

Seorang muslim itu, lebih diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Bukan hanya mencari manfaat dari orang lain.  Atau bahkan memanfaatkan orang lain. Setuju tidak teman-teman? (Setuju) Karena apa? Karena manfaat yang telah kita berikan kepada orang lain semuanya akan kembali untuk kebaikan diri kita sendiri. Sebagaimana firman Alloh berikut ini:

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ 

“In ahsantum ahsantum li anfusikum”.

“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri”

(Qur’an Surat al-Isra ayat 7)

Selain itu, Rasululloh Shallallohu ‘alaihi wasallam juga  bersabda :

Wa man kaana fii haajati akhiihi kaanallohu fii haajatih(i)”

“Dan barangsiapa (yang bersedia) membantu keperluan saudaranya, maka Alloh  (akan senantiasa) membantu keperluannya”. (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Banyak cara bisa dilakukan agar menjadi orang yang bermanfaat bagi umat. Apa saja itu? Mungkin teman-teman sudah ada yang tahu?  Baiklah, saya akan singkat menjadi 5 M.

M1 Memberikan sebagian harta agar bermanfaat bagi orang lain.

M2 Membagikan  ilmu yang bermanfaat.

M3 Melakukan kebaikan dengan membantu orang lain.

(Menyanyikan lagu Bimbo yang berjudul “Jangan Ditunda-tunda”)

Berbuat baik janganlah ditunda-tunda

Berbuat baik janganlah ditunda-tunda

Memblanjai anak yatim menafkahi anak yatim

Menyantuni fakir miskin melindungi fakir miskin

M4 Meningkatkan kualitas manfaat diri kita dengan meningkatkan ketrampilan dan kemampuan.

M5 Meraih manfaat untuk diri kita sendiri dengan beramal secara ikhlas dan tidak riya’.

Mari, menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat, menebar kebaikan demi mendapat pahala yang berlipat, berbuat baik tanpa harus dilihat, agar selamat di dunia dan di akhirat. Allohumma (aamiin).

 Sebelum saya akhiri saya akan menukil  satu pepatah Jawa yang berbunyi “Urip iku urup”. Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita.

Buah pepaya buah ceri, buah kiwi buah alpukat

Ijinkan saya undur diri, terima kasih moga bermanfaat.

 Akhirul kalam,  

والسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR Beli gulali di pasar malam Rasanya manis dan enak Saya akan mengucap   salam Ay...