Senin, 25 September 2023

Drama Metamorfosis Kupu-Kupu

 

DRAMA : METAMORFOSIS KUPU-KUPU

 

Narator : Mbak Aini

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hadirin yang saya hormati dan teman-teman yang saya sayangi.

 Kali ini, anak-anak  kelas tiga putri akan menyajikan sebuah pementasan drama dengan judul "Metamorfosis Kupu-Kupu." Teman-teman, tahu tidak metamorfosis kupu-kupu? Baiklah .... Mari kita saksikan bersama-sama.

ADEGAN I

(Narator :Di sebuah taman, yang terletak di depan pintu gerbang sekolah, tumbuhlah bunga-bunga yang sangat indah, so beuatifull.)

(3 siswi yang memerankan sebagai bunga memasuki panggung)

Naim, Salma dan Icha (bunga) : Alhamdulillah, matahari bersinar cerah. Bunga kami jadi bermekaran.

(3 siswi yang memerankan sebagai kupu-kupu memasuki panggung)

(Narator : Keindahan mahkota bunga-bunga itu membuat kupu-kupu terpesona. Dia terdiam sesaat sambil  menikmati pemandangan yang menakjubkan itu.)

Husna, Yaya dan Nashwa (kupu-kupu) : Subhanallah, indah sekali. Ayo kita hinggap di atas bunga itu.

(Narator : Kupu-kupu itu pun terbang lalu hinggap di atas bunga. Mereka menghisap nektar yang diproduksi  bunga-bunga itu. Bunga pun tersenyum sambil berkata.... )

Naim, Salma dan Icha (bunga) : Terima kasih kupu-kupu. Kalian telah membantu penyerbukanku.

Husna, Yaya dan Nashwa (kupu-kupu) : Sama-sama. Terima kasih juga kaliyan  telah memberi kami makanan.

(Narator : Kupu-kupu bersuka cita, demikian juga bunga. Mereka telah menjalin simbiosis mutualisme yang kompak. Salah satu kupu-kupu itu berkata ....)

Yaya(Kupu-kupu) : Teman-teman, aku mau mencari daun dulu, ya. Aku mau bertelur, nih!

Husna dan Nashwa(2 Kupu-kupu) menyahut : Aku ikut!

(Narator : Kupu-kupu itu pun terbang mencari daun yang hijau dan segar.)

ADEGAN II :

Fitria, Anis dan Lia (daun) : Mau apa kalian kemari?

Husna, Yaya dan Nashwa (kupu-kupu) : Titip telur-telur kami, ya.

(Narator : Kupu-kupu meletakkan telur-telurnya pada daun-daun itu. Telur-telur itu pun berkembang menjadi ulat-ulat kecil).

ADEGAN III :

Fitria, Anis dan Lia (daun) : Hai, kalian tidak tahu terima kasih. Sudah numpang, minta makan lagi.

Friska dan Della (ulat) : Kasihan, kami Tuan. Kami butuh makan.

Fitria, Anis dan Lia (daun) : Ah, dasar rakus!

(Ulat-ulat itu sepanjang hidupnya makan hingga badannya gembul.)

Friska dan Della (ulat) : Perutku kenyang banget. Aduh!

(Narator : Ulat-ulat itu akhirnya sadar dengan kerakusannya. Untuk menebus kesalahannya dia puasa beberapa hari hingga menjadi kepompong)

ADEGAN IV :

Meva (kepompong)  : Kita harus berpuasa beberapa hari, Nih!

Ghina (kepompong) : Gak papa. Ini akibat kerakusan kita.

Meva dan Ghina (kepompong) : Ayo, kita siap-siap berpuasa! Bismillah.

(Narator : Ulat-ulat itu berpuasa sambil beristighfar pada Allah. Kesabaran dan ibadah dia menuaikan hasil yang luar biasa. Sedikit demi sedikit tubuh mereka berubah berwarna-warni menjadi kupu-kupu).

(Semua pemain memasuki panggung sambil bernyanyi)

ULAT ULAT TELUR TELUR KEPOMPONG KUPU-KUPU

KELAS TIGA UNYU KELAS TIGA UNYU ....

Mbak Aini : Sekian persembahan dari kami, akhirul kalam...

 Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh (bersama-sama).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR Beli gulali di pasar malam Rasanya manis dan enak Saya akan mengucap   salam Ay...