Minggu, 24 September 2023

Naskah Cerita Islami "Keteladanan Sunan Giri"

 


Keteladanan Sunan Giri



اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Kepada Dewan yuri yang terhormat,

Dan teman-teman peserta lomba yang selalu semangat.

Teman-teman ... kali ini, saya akan bercerita tentang “Kisah Keteladanan Sunan Giri”. Sebelum  bercerita, saya akan menyanyikan sebuah lagu  ciptaan Sunan Giri. Dengarkan baik-baik, ya ...!

Cublak-cublak suweng

Suwenge ting gelenter

Mambu ketundhung gudel

Pak empong lera lere

Sapa ngguyu ndeliake

Sir sir pong dhele kopong

Sir sir pong dhele kopong

Nah, teman-teman, ternyata lagu tersebut sesuai dengan Kisah Sunan Giri dan Ibu Angkatnya berikut ini. Bagaimana kisah Sunan Giri saat mendakwahi Ibu Angkatnya? Teman-teman ada yang tahu ceritanya? Baik. Saya akan mulai bercerita, ya!

Sunan Giri adalah salah satu Wali Songo yang sangat berjasa dalam menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Waktu kecil ia diberi nama Joko Samudro oleh ibu angkatnya. Ketika  beranjak dewasa ia dipanggil Raden Paku. Ayahnya bernama Maulana Ishaq dan ibunya bernama Dewi Sekardadu. Namun, sejak kecil Sunan Giri tinggal bersama ibu angkatnya yang bernama Nyi Ageng Pinatih.

Nyi Ageng Pinatih merupakan saudagar wanita yang kaya. Ia punya sejumlah armada kapal dagang. Suatu hari,  Nyi Ageng menyuruh Raden Paku untuk berdagang ke Banjarmasin bersama Abu Hurairah.

Singkat cerita, tibalah rombongan kapal  Raden Paku di Banjarmasin.  Ternyata, di sana sedang dilanda paceklik. Penduduk banyak yang kekurangan pangan dan tidak mampu membeli barang dagangannya. Melihat kondisi ini, Raden Paku ikut prihatin. Lalu ia membagikan barang daganganya secara gratis kepada penduduk.

Abu Hurairah  menjadi sangat kuatir. Ia bertanya kepada Raden Paku .

 “Raden ... mengapa Raden membagikan barang dagangan kepada penduduk. Nanti kalau Nyonya tahu, kita bisa kena marah. Apalagi kita pulang tidak bawa apa-apa. Kapal kita bisa oleng dan tenggelam diterjang ombak, Raden. Bagaimana ini Raden?”

Raden Paku berkata, “Janganlah Engkau kuatir ya Hurairah.  Rejeki sudah diatur Alloh.”

Raden Paku menyuruh agar karung-karung bekas barang dagangan yang dibawa dari Jawa diisi dengan batu dan pasir untuk dijadikan pemberat kapal.

Sesampai di Gresik, kekuatiran Abu Hurairah terbukti. Nyi Ageng tampak marah besar.

“Apa yang kaliyan lakukan di sana, ha? Berdagang kok seperti ini. Kalau seperti ini aku bisa bangkrut. Aku bisa bangkrut.”

 “Tenang, Bu. Sabar .... Sabar...!”

“Ibu harus sabar bagaimana lagi, Joko? Barang dagangan Ibu habis. Sedangkan kaliyan pulang tidak bawa apa-apa. Berdagang macam apa kaliyan.”

“Ibu seharusnya instrospeksi diri. Selama ini Ibu terlalu pelit. Ibu lupa berzakat. Ibu lupa bersedekah. Ibu hanya mencari keuntungan saja.

Nyi Ageng Pinatih mendengarkan tausiyah anak angkatnya. Maa syaa Alloh, dia akhirnya sadar dan bersedia untuk memperbaiki diri. Ia pun mengikhlaskan barang-barang yang terlanjur diberikan Raden Paku di Banjarmasin.

Nyi Ageng Pinatih menuju ke kapal dan hendak melihat karung-karung yang  berisi batu dan pasir yang dibawa dari Banjarmasin. Ia sangat kaget ketika membuka karung itu. Ada yang tahu, apa isinya?   Batu itu telah berubah menjadi bongkahan e - mas.

“Emas .... Ini Emas,” teriak Nyi Ageng Pinatih histeris.

Sejak saat itu, Nyi Ageng Pinatih rajin bersedekah. Ia membantu fakir miskin dan memberikan harta bendanya untuk kepentingan  dakwah Raden Paku atau Sunan Giri.

Begitulah  kisah keteladanan dari Sunan Giri. Dari kisah tadi, hikmah yang bisa kita petik yaitu kita harus rajin bersedekah. Karena perintah bersedekah diabadikan dalam surat Al Baqarah ayat 267 yang berbunyi :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الأَرْضِ  

"Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami Keluarkan dari bumi untukmu."

Sebelum saya akhiri, saya akan memberikan sebuah pantun.

Adik memakai kaca mata, kacamatanya dari paman.

 Jika ada salah kata, mohon  untuk dimaafkan. 

 Terima kasih.

Akhirul kalam,

                                                                                                          والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

1 komentar:

  AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR Beli gulali di pasar malam Rasanya manis dan enak Saya akan mengucap   salam Ay...